DINDA JEMBLEM MERIAHKAN PENTAS KETHOPRAK
31 Desember 2017 21:24:03 WIB
Putat (SIDA)- Meski sempat diguyur hujan deras, kegiatan Atraksi Budaya yang mementaskan Kethoprak Mataram dengan lakon Ki Ageng Wonoboyo berhasil menghibur penonton yang hadir.
Kegiatan pentas yang digelar oleh Desa Budaya Putat pada hari Sabtu, 30 Desember 2017 di Joglo Puratama Wisata Bobung tersebut merupakan kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul sebagai agenda akhir tahun.
Hadir dalam kesempatan tersebut Juni Putra Nugraha selaku Kasi Pelayanan Desa Putat mewakili Pemerintah Desa serta Sumadi selaku Kaur Keuangan yang merangkap sebagai Pj. Dukuh Bobung. Selain itu Jumali dan Poniran juga hadir mewakili Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Dalam sambutannya, Juni selaku wakil Kepala Desa Putat mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul atas fasilitasi kegiatan pentas kethoprak yang diberikan kepada Desa Budaya Putat. Diharapkan kegiatan tersebut turut menjadi motivasi bagi seniman di Desa Putat serta Pengurus Desa Budaya dalam upaya pelestarian dan pengembangan warisan budaya khususnya kethoprak. Juni juga berharap dengan adanya pentas tersebut dapat memberikan hiburan bagi masyarakat serta memberikan motivasi bagi generasi muda agar tertarik dan bergabung dalam upaya pelestarian budaya.
Pentas kethoprak yang dimulai pada pukul 21.00 WIB tersebut berhasil menghibur penonton yang hadir. Terbukti penonton bertahan hingga pementasan berakhir pada pukul 24.00 WIB meskipun ada beberapa yang pulang karena membawa anak-anak mereka yang masih kecil.
Pentas semakin meriah pada adegan dagelan abdi dalem yang diperankan oleh Ali dan Dinda Jemblem, penyanyi campursari yang serba bisa dari Nglanggeran. Duet abdi dalem tersebut tampil optimal dengan improvisasi di atas panggung yang sama sekali di luar skenario. Namun hasilnya sangat memuaskan. Keduanya memainkan peran dengan piawai dan mampu mengundang gelak tawa para penonton.
Paguyuban Kethoprak Mataram Enggar Budaya merupakan paguyuban kethoprak yang berisikan para seniman di wilayah Kecamatan Patuk yang memang didominasi oleh seniman dari Desa Budaya Putat. Sehingga meski konsep atraksi adalah kegiatan Desa Budaya Putat para seniman tersebut tetap dilibatkan.
Pementasan kethoprak mengambil lakon Ki Ageng Wonoboyo. Dia adalah seorang Raja di Mangiran yang konon menolak untuk bergabung dengan Mataram. Namun Mataram berhasil menakhlukkan Ki Ageng Wonoboyo dengan mengutus Putri Kerajaan Mataram Roro Kasian.
Roro Kasian diutus oleh Kerajaan Mataram untuk menjadi seorang penari tayub agar bisa masuk ke Mangiran dimana Ki Ageng Wonoboyo sedang mencari tayub untuk acara kerajaannya. Gayung bersambut, Kasihan berhasil masuk ke Kerajaan Mangiran dan memikat hati Wonoboyo.
Singkat cerita, Kasihan diperistri oleh Wonoboyo dan mengharuskan Wonoboyo untuk sungkem pada Panembahan Senopati sebagai wujud penghormatan kepada Mertua. Pada saat pisowanan tersebut, Kasihan diminta untuk menemui ibunya dan meninggalkan Wonoboyo di bangsal bersama Panembahan Senopati dan patihnya. Pada saat Wonoboyo menghaturkan sungkem pada mertuanya, pada saat itu pula Raja Mataram menghabisi Wonoboyo dengan sekali pukul.
Setelah Wonoboyo tewas di tangan mertuanya sendiri, Panembahan Senopati memerintahkan patihnya untuk mengubur jesad menantunya itu menjadi dua bagian. Separuh jasadnya dikubur di Mangiran karena dianggap sebagai musuh dan separunya dikubur di Mataram karena Wonoboyo tetap dianggap sebagai menantunya.
Lakon Ki Ageng Wonoboyo disutradarai oleh Slamet Raharjo dengan dalang Diran Hadi Prasetyo. Keduanya merupakan seniman senior di Desa Putat yang didukung oleh pengrawit dari Kenoko Laras, paguyuban karawitan Desa Putat yang sarat akan pengalaman sehingga mampu menyuguhkan iringan yang apik.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- LEMBARAN KALURAHAN PUTAT TAHUN 2026 NOMOR 1
- LEMBARAN KALURAHAN PUTAT TAHUN 2025 NOMOR 7
- REALISASI APKAL 2025 DAN TRANPARANSI APBKAL 2026
- ISI SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
- OUTING CLASS SD ISLAM TUNAS ILMU KE DESA PRIMA GUMREGAH
- APEL PAGI PAMONG KALURAHAN PUTAT
- TK TUNAS ILMU DAN PAUD TUNAS BARU BELAJAR MEMBUAT BOLU KELAPA DI DESA PRIMA
Komentar Terkini
-
wahyun
Pantau terus web kami ya kak :)...baca selengkapnya
04 Mei 2024 12:43:47 WIB -
wahyun
Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
04 Mei 2024 12:43:10 WIB -
wahyun
Semoga bermanfaat :)...baca selengkapnya
05 April 2023 13:07:28 WIB -
wahyun
Terima kasih kunjunggannya, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
21 Juni 2021 13:43:56 WIB -
Nindy julianti
Perbanyak lagi kak...baca selengkapnya
19 Juni 2021 15:02:47 WIB -
Anik Rohmawati
Mantab...baca selengkapnya
24 September 2020 11:10:39 WIB -
basri
cukup jelas...baca selengkapnya
24 Juli 2020 11:00:31 WIB -
Dede Juhara
Saya baru tahu nama daun sambung nyawa = daun Apri...baca selengkapnya
04 Juli 2020 17:31:30 WIB -
L_Meong
Terimakasih kunjungannya ke website ini. Dari hasi...baca selengkapnya
26 Juni 2020 12:05:44 WIB -
Willy Nurdiansyah
Mencari kerjasama barang sembako Untuk kios saya ...baca selengkapnya
07 Juni 2020 00:59:02 WIB
ISI SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
PELADI MAKARTI
PENDATAAN PELAKU USAHA/ UMKM DI KALURAHAN PUTAT
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |

.jpeg)

.jpeg)










