2 WNI POSITIF CORONA, BANDARA YOGYA PERKETAT PEMERIKSAAN PENUMPANG
Lian 04 Maret 2020 09:32:29 WIB
Yogyakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif terkena Virus Corona. Sebagai salah satu gerbang masuk dari luar negeri, Bandara Adisutjipto Yogyakarta memperketat pemeriksaan terhadap penumpang dari luar negeri.
Airport Operation and Service Senior Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara International Adisutjipto Yogyakarta, Riyaman mengatakan pihaknya bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), ASITA dan PHRI telah melakukan pemeriksaan penumpang yang datang dari luar negeri di pintu kedatangan.
Mengingat dalam sehari ada dua penerbangan langsung dari Singapura ke Yogyakarta dan dua penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Yogyakarta.
"Sudah sejak 31 Januari sampai hari ini, dari ASITA AP 1, KKP dan PHRI yang menunggu di Posko itu (penanganan virus Corona)," katanya saat dihubungi detikcom, Senin (2/3/2020).
Berkenaan dengan pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut ada dua WNI positif Corona, Riyaman mengaku pihaknya akan memperketat pemeriksaan terhadap penumpang dari Singapura dan Malaysia.
"Saya yakin teman-teman akan lebih memperketat pengawasannya, meski dari bandara asalnya sana sudah dilakukan pemeriksaan. Pengawasan itu dilakukan kepada semua penumpang dari luar negeri, karena kita kan (di Bandara Adisutjipto) ada penerbangan dua, internasional dari Singapura dan Malaysia," ucapnya.
Pemeriksaan itu, kata Riyaman, yakni dengan menggunakan Thermal Scanner. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan suhu badan penumpang pesawat dari luar negeri secara manual.
"Jadi penumpang yang datang harus melalui thermal scanner. Ada juga pemeriksaan secara manual untuk memeriksa suhu badan dengan alat khusus (termometer jidat) yang diarahkan ke jidat (penumpang pesawat dari luar negeri)," kata Riyaman.
"Pemeriksaan itu biasanya hanya 2 detik saja untuk (Thermal) scanner dan untuk alat yang nempel di jidat paling hanya butuh waktu 1 detik," jelasnya.
Nantinya, apabila ada penumpang yang suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat akan dilakukan penanganan khusus dari KKP. Selain itu, kepada penumpang juga akan diberikan kartu kewaspadaan kesehatan untuk memeriksakan diri bila yang bersangkutan mengalami gejala virus Corona.
"Untuk (penumpang yang suhu tubuhnya) 38 derajat ke atas nanti akan diobservasi KKP kemudian akan dilakukan tindakan-tindakan sesuai prosedur," katanya.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- LEMBARAN KALURAHAN PUTAT TAHUN 2026 NOMOR 1
- LEMBARAN KALURAHAN PUTAT TAHUN 2025 NOMOR 7
- REALISASI APKAL 2025 DAN TRANPARANSI APBKAL 2026
- ISI SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
- OUTING CLASS SD ISLAM TUNAS ILMU KE DESA PRIMA GUMREGAH
- APEL PAGI PAMONG KALURAHAN PUTAT
- TK TUNAS ILMU DAN PAUD TUNAS BARU BELAJAR MEMBUAT BOLU KELAPA DI DESA PRIMA
Komentar Terkini
-
wahyun
Pantau terus web kami ya kak :)...baca selengkapnya
04 Mei 2024 12:43:47 WIB -
wahyun
Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
04 Mei 2024 12:43:10 WIB -
wahyun
Semoga bermanfaat :)...baca selengkapnya
05 April 2023 13:07:28 WIB -
wahyun
Terima kasih kunjunggannya, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
21 Juni 2021 13:43:56 WIB -
Nindy julianti
Perbanyak lagi kak...baca selengkapnya
19 Juni 2021 15:02:47 WIB -
Anik Rohmawati
Mantab...baca selengkapnya
24 September 2020 11:10:39 WIB -
basri
cukup jelas...baca selengkapnya
24 Juli 2020 11:00:31 WIB -
Dede Juhara
Saya baru tahu nama daun sambung nyawa = daun Apri...baca selengkapnya
04 Juli 2020 17:31:30 WIB -
L_Meong
Terimakasih kunjungannya ke website ini. Dari hasi...baca selengkapnya
26 Juni 2020 12:05:44 WIB -
Willy Nurdiansyah
Mencari kerjasama barang sembako Untuk kios saya ...baca selengkapnya
07 Juni 2020 00:59:02 WIB
ISI SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
PELADI MAKARTI
PENDATAAN PELAKU USAHA/ UMKM DI KALURAHAN PUTAT
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |










