MERTI DESA PUTAT, GELAR POTENSI BUDAYA 3 MALAM

wahyun 27 Agustus 2019 15:26:40 WIB

Putat (SIDA) – Dalam rangka melestarikan adat istiadat dan upaya menarik minat kunjungan wisatawan, Pemerintah Desa Putat menyelenggarakan event merti desa setiap tahun. Tahun 2019 ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang diadakan kirab budaya.

Tahun ini merti desa dilaksanakan dengan upacara adat dan gelar potensi budaya selama tiga hari di tiga titik berbeda pada tanggal yang berbeda. Dengan konsep seperti ini diharapkan tujuan desa yang ingin mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dapat tercapai.

Adapun gelar potensi dilaksanakan 24 Agustus 2019 di bekas pasar hewan, Putat Wetan, yang merupakan kolaborasi penampil dari Putat I, Putat II, dan Putat Wetan. Hari kedua 27 Agustus 2019 di kawasan Joglo Batur yang akan dimeriahkan kesenian-kesenian dari Batur, Bobung dan Plumbungan. Hari terakhir adalah 30 Agustus 2019 di Joglo Coklat Gumawang yang merupakan ajang tampil Padukuhan Gumawang, Kepil, dan Sendangsari.

Upacara adat dilaksanakan Senin, 26 Agustus 2019, di Padukuhan Batur. Acara ini dihadiri Dinas Kebudayaan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Camat Patuk, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Acara dimulai dengan iringan kirab yang terdiri dari barisan bregodo Klana Cipta Wening, gunungan hasil bumi, masyarakat yang membawa sarangan, kelompok reog mengular memasuki kawasan Joglo Batur. Setelah kenduri selesai, acara yang terselenggara dari dana APBDes 2019 dan dana keistimewaan Yogyakarta ini dilanjutkan dengan beberapa hiburan yaitu tari persembahan, kelompok karawitan Marsudi Rini, Karawitan Remaja Padukuhan Putat Wetan, dan diakhiri dengan penampilan reog Padukuhan Batur. Tidak kalah meriah adalah acara rebutan gunungan hasil bumi yang diramaikan oleh warga masyarakat Batur dan sekitarnya.

Acara ini mendapat apresisasi dri Dinas Kebudayaan Propinsi karena semua kalangan masyarakat nyengkuyung budaya jawa. “Dari anak-anak, remaja, sampai yang sudah sepuh semangat memeriahkan acara. Saya sangat salut,” Ujar Widuri, Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi yang dalam kesempatan rebutan gunungan memperoleh sepasang topeng khas Desa Putat. [YN]

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • wahyun
    Pantau terus web kami ya kak :)...baca selengkapnya
    04 Mei 2024 12:43:47 WIB
  • wahyun
    Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
    04 Mei 2024 12:43:10 WIB
  • wahyun
    Semoga bermanfaat :)...baca selengkapnya
    05 April 2023 13:07:28 WIB
  • wahyun
    Terima kasih kunjunggannya, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
    21 Juni 2021 13:43:56 WIB
  • Nindy julianti
    Perbanyak lagi kak...baca selengkapnya
    19 Juni 2021 15:02:47 WIB
  • Anik Rohmawati
    Mantab...baca selengkapnya
    24 September 2020 11:10:39 WIB
  • basri
    cukup jelas...baca selengkapnya
    24 Juli 2020 11:00:31 WIB
  • Dede Juhara
    Saya baru tahu nama daun sambung nyawa = daun Apri...baca selengkapnya
    04 Juli 2020 17:31:30 WIB
  • L_Meong
    Terimakasih kunjungannya ke website ini. Dari hasi...baca selengkapnya
    26 Juni 2020 12:05:44 WIB
  • Willy Nurdiansyah
    Mencari kerjasama barang sembako Untuk kios saya ...baca selengkapnya
    07 Juni 2020 00:59:02 WIB
Galeri Foto
ISI SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
PELADI MAKARTI
PENDATAAN PELAKU USAHA/ UMKM DI KALURAHAN PUTAT
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial