BI Kembangkan Sistem Transaksi Non Tunai Dana Desa
20 November 2017 13:25:53 WIB
Beragam upaya dilakukan demi menyelamatkan Program Dana Desa dari kejahatan korupsi. Setelah menggandeng kerjasama pengawasan dengan TNI, Polri, pemuka agama dan berbagai kelompok masyarakat, kini Bank Indonesia juga menjalankan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) untuk mencegah korupsi. Salahsatu sasaran gerakan ini adalah dana desa.
Seperti yang dilakukan Bank Indonesia Cirebon. Di Cirebon BI telah mulai masuk desa dan menjalankan konsolidasi untuk mengembangkan gerakan ini. BI Cirebon telah resmi bekerjasama dengan Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukuhpuntang, Cirebon, Jawa Barat untuk menggunakan pola non tunai bagi seluruh proses transaksi dana desa.
Kepala Perwakilan BI Cirebon Abdul Majid Ikram menyatakan, program ini dijalankan sebagai upaya mencegah penyalahgunaan dana desa. “ Dengan pola non tunai seluruh transaksi bisa kita lacak kemana larinya. Pola non tunai bisa mengantisipasi manipulasi dalam pengelolaan dana sehingga bisa mencegah terjadinya korupsi,” kata Abdul Majid sebagaimana dikutip dari detik.com. GNNT, kata Abdul, adalah juga salahsatu cara mencegah peredaran uang palsu.
Abdul Majid menyatakan, bekerjasama dengan pemerintah desa dalam GNNT adalah terobosan baru bagi BI dan desa sendiri. Berbeda dengan kerjasama BI dengan institusi lain seperti kerjasama dengan pengelola gerbang tol misalnya, kerjasama dengan desa memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Sehingga, kata Abdul Majid, pihaknya belum berani menargetkan pelaksaan program ini dalam skala yang lebih besar. Tetapi BI, kata Abdul, siap memfasilitasi jika ada desa yang ingin menjalankan program ini dan mengajak bekerjasama BI.
Dalam program kerjasama gerakan non tunai ini BI bakal menggelar pelatihan khusus bagi desa sehingga pola transaksi yang dilakukan kemudian tidak perlu menjadi persoalan meski dilakukan secara non tunai. Bahkan BI juga akan melatih bagaimana aparat desa menjadi tahu cara mencegah beredarnya uang palsu.
Kerjasama dengan BI hanyalah salahsatu cara yang dilakukan Kementerian Desa dalam mencegah kemungkinan penyalahgunaan dana desa. Tangga 24 Oktober lalu Kementerian Desa menandatangani Nota Kesepemahaman dengan Polri dan Kementerian Dalam Negeri yang isinya bekerjasama dengan dua institusi tersebut dalam menjalankan pengawasan terhadap proses penggunaan dana desa. Bukan itu saja, Kemendes juga terus menggalang partisipasi berbagai pihak untuk memperkuat jaring pengawasan dana desa.
Besarnya dana desa memang sangat rentan terhadap kemungkinan penyalahgunaan dana desa sehingga berbagai cara dilakukan demi menyelamatkan dana desa yang jumlahnya Rp. 60 triliun pada tahun 2017 ini. Kementerian mendorong masyarakat desa aktif dalam melakukan pengawasan karena warga desa-lah yang sebenarnya memiliki peran yang kuat untuk menjalankan dana desa dengan benar dan mengawasi dengan seksama.(aryadji/berdesa)
sumber:http://www.berdesa.com/bi-kembangkan-sistem-transaksi-non-tunai-dana-desa/
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Penyaluran BLT DD Tahap April-Juni 2026
- TRADISI YASINAN DAN TAHLIL UNTUK WARGA MENINGGAL DI PADUKUHAN BATUR
- POSYANDU BALITA, REMAJA DAN LANSIA DI PADUKUHAN BATUR
- KERJA BAKTI MEMBERSIHKAN JALAN LINGKUNGAN RT 04
- Pemaparan Loka Karya Mahasiswa KKN IPB ke Kalurahan Putat
- Pembinaan PIK-Remaja Putri melalui Edukasi Stunting Kalurahan Putat
- PEMERINTAH KALURAHAN PUTAT SERAHKAN AKTE KEMATIAN PROGRAM GPS DI PADUKUHANBATUR
Komentar Terkini
-
wahyun
Pantau terus web kami ya kak :)...baca selengkapnya
04 Mei 2024 12:43:47 WIB -
wahyun
Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
04 Mei 2024 12:43:10 WIB -
wahyun
Semoga bermanfaat :)...baca selengkapnya
05 April 2023 13:07:28 WIB -
wahyun
Terima kasih kunjunggannya, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
21 Juni 2021 13:43:56 WIB -
Nindy julianti
Perbanyak lagi kak...baca selengkapnya
19 Juni 2021 15:02:47 WIB -
Anik Rohmawati
Mantab...baca selengkapnya
24 September 2020 11:10:39 WIB -
basri
cukup jelas...baca selengkapnya
24 Juli 2020 11:00:31 WIB -
Dede Juhara
Saya baru tahu nama daun sambung nyawa = daun Apri...baca selengkapnya
04 Juli 2020 17:31:30 WIB -
L_Meong
Terimakasih kunjungannya ke website ini. Dari hasi...baca selengkapnya
26 Juni 2020 12:05:44 WIB -
Willy Nurdiansyah
Mencari kerjasama barang sembako Untuk kios saya ...baca selengkapnya
07 Juni 2020 00:59:02 WIB
ISI SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
PELADI MAKARTI
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |











