96 KADER JUMANTIK DESA BLUSUKAN KE RUMAH WARGA

10 Oktober 2017 16:48:39 WIB

Putat (SIDA)- Memasuki musim penghujan, sebanyak 96 (sembilan puluh enam) Kader Desa Putat berperan menjadi Kader Jumantik Desa untuk memeriksa bak tampungan air yang ada di rumah warga apakah terdapat jentik nyamuk atau tidak. Mereka tersebar di seluruh wilayah padukuhan di Desa Putat.

Kegiatan pengamatan jentik nyamuk tersebut bertujuan sebagai tindakan prefentif terhadap penyakit yang kemungkinan akan ditimbulkan oleh nyamuk atau nyamuk sebagai perantara virus penyakit.

Pelaksanaan pengamatan ke rumah warga dimulai pada tanggal 9 Oktober 2017 sesuai dengan instruksi dari Gunawan selaku Koordinator Bidang Kesehatan Lingkungan UPT Puseksmas Patuk II saat sosialisasi bulan September yang lalu. Hasil pengamatan tersebut kemudian dicatat dan dilaporkan pada petugas pada tanggal 16 Oktober 2017 mendatang saat pertemuan rutin kader. Data tersebut kemudian akan diolah dan dianalisa oleh petugas sebelum disurvei lebih lanjut apabila ditemukan titik yang diduga memiliki jumlah jentik nyamuk melebihi batas normal.

Selain mengadakan pengamatan jentik nyamuk, Kader Jumantik juga memberikan serbuk abate dan pengarahan kebersihan kepada warga untuk meningkatkan kesehatan dengan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam setiap aktivitas. Kader juga memberikan arahan untuk menerapkan Program 3 M terkait khusus pengedalian jentik nyamuk yaitu menguras bak air secara rutin dan berkesinambungan, menutup bak air yang masih dipakai atau menaruh bak air yang tidak dipakai dengan cara dibalik agar tidak kemasukan air serta mengubur barang bekas yang dimungkinkan bisa menampung air seperti botol dan kaleng bekas.

“Selain pengamatan jentik nyamuk, kegiatan ini diharapkan bisa semakin menyadarkan pentingnya PHBS bagi masyarakat. Selain itu benda-benda yang berpotensi menjadi genangan air hujan kalau sudah tidak dipakai bisa dikubur atau diletakkan dengan cara dibalik. Apalagi di daerah pedesaan seperti ini, ruas bambu bekas penebangan pun bisa menjadi genangan air.” Jelas Juni selaku Kasi Pelayanan yang juga Ketua Desa SIAGA.

Juni juga meminta khusus pada Kader Jumantik di Padukuhan Gumawang untuk lebih seksama dalam pengamatan jentik nyamuk di kawasan industri pengolahan barang bekas yang ada di padukuhan tersebut. Peletakkan barang bekas yang belum diolah dan ditata akan menjadi tempat yang paling rawan terhadap genangan air hujan. Diharapkan para pengelola industri tersebut dapat menutup dengan rapat barang bekas yang belum diolah agar tidak berdampak pada lingkungan.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • wahyun
    Pantau terus web kami ya kak :)...baca selengkapnya
    04 Mei 2024 12:43:47 WIB
  • wahyun
    Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
    04 Mei 2024 12:43:10 WIB
  • wahyun
    Semoga bermanfaat :)...baca selengkapnya
    05 April 2023 13:07:28 WIB
  • wahyun
    Terima kasih kunjunggannya, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
    21 Juni 2021 13:43:56 WIB
  • Nindy julianti
    Perbanyak lagi kak...baca selengkapnya
    19 Juni 2021 15:02:47 WIB
  • Anik Rohmawati
    Mantab...baca selengkapnya
    24 September 2020 11:10:39 WIB
  • basri
    cukup jelas...baca selengkapnya
    24 Juli 2020 11:00:31 WIB
  • Dede Juhara
    Saya baru tahu nama daun sambung nyawa = daun Apri...baca selengkapnya
    04 Juli 2020 17:31:30 WIB
  • L_Meong
    Terimakasih kunjungannya ke website ini. Dari hasi...baca selengkapnya
    26 Juni 2020 12:05:44 WIB
  • Willy Nurdiansyah
    Mencari kerjasama barang sembako Untuk kios saya ...baca selengkapnya
    07 Juni 2020 00:59:02 WIB
Galeri Foto
ISI SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
PELADI MAKARTI
PENDATAAN PELAKU USAHA/ UMKM DI KALURAHAN PUTAT
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial