Teenlit Cerpen

Nusaa H 08 Oktober 2025 07:44:44 WIB

HARI ULANG TAHUN

Karya: Nusa H

 

Tetesan air hujan itu tampak membasahi dedaunan hijau dengan bangga. Sudah lebih dari dua hari ini, air hujan membasahi tanah dihalaman rumahnya. Tatapan matanya terlihat sayu dan mimik wajahnya tampak begitu sedih. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Tidak ada yang akan datang dengan tubuh basah kuyup kan?

 

Terlebih lagi hari ini tetesan air hujan itu akan terasa begitu menyakitkan, bukan? tangannya terlipat tepat di belakang jendela yang kini mengarahkannya pada pemandangan taman kecil rumahnya. Hanya itu yang bisa ia lakukan. sementara hatinya merasa tidak ada yang sepesial di hari ulang tahunnya kali ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya di mana seluruh teman-temannya memenuhi ruangan rumahnya. 

 

Itu artinya tidak akan ada baju yang indah yang dia pakai dengan cantik dan hanya tersisa sebuah kue ulang tahun dengan hiasan nama dan angka yang tertera. Tidak ada yang lain selain itu. Kini ia harus melewati itu dengan keluarganya saja. 

 

"Diana? kemarilah, ibu memiliki sesuatu untukmu." ujar sang ibu dengan senyuman lebar hingga menyadarkan lamunan pikiran Diana dalam diamnya. Diana mendekat, ia duduk di sebelah ibunya dengan membuat raut wajahnya tampak menunggu. 

 

Wajahnya benar-benar tampak menunggu apa yang akan dikatakan sang ibu. Seolah ini adalah sesuatu hal yang dapat merubah ekspresi dan suasana hatinya yang sudah berubah semenjak hujan mengguyur halamannya. Tangan yang lebih besar itu mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. 

 

Tampak kecil dan tidak berarti, tapi setelah kotak kecil itu berada di kedua tangannya. Jantungnya tiba-tiba berdebar dengan cukup kencang. Perlahan tangan kecil itu membuka kotak setelah sang ibu memintanya membuka. 

 

Matanya terbelalak terkejut. Berulang kali ia melihat ke arah sang ibu, bagaimana bisa dirinya kini memiliki benda ini yang begitu indah. Sang ibu tersenyum dengan tenang. 

 

"Ini adalah milikmu sekarang." Ujar sang ibu dengan penuh senang, begitu pula dengan Diana yang kini mengangkat kalung itu tinggi-tinggi. Ia mengamati setiap detail yang tampak. Benar-benar sebuah kalung yang indah. 

 

"Ibu akan membantumu memakainya." Tangan kecil Diana mengangkat ikatan rambut yang kini menutupi lehernya. Hatinya senang. Kakinya bergegas menuju kaca yang kini tampak membuat dirinya begitu terlihat mempesona dengan kalung milik sang Ibunda. 

 

Dari pantulan kaca didepanya, tampak sang ayah yang kini tersenyum dengan senang. Diana yang kini menanti keberadaan Ayahnya kini berteriak girang. Pelukan hangat itu memenuhi seluruh ruangan. Hari itu sang Ayah memberikan hadiah pada Diana sebuah ikan mas. Tidak bisa dipungkiri Diana sangat senang dengan pemberian sang Ayah. Sebab dirinya yang juga menyukai hewan. 

 

Sore itu, Diana merasa senang meskipun dihari ulang tahunnya yangb kali ini dirinya tidak dapat merasakan pesta ulang tahun bersama dengan teman-temannya. Tapi, semua itu sudah cukup untuk dirinya merasa senang. 

 

......

 

Pagi ini, Diana kembali menekuk wajahnya. melipat tangannya di atas meja dan menyadarkan dagunya. Ia menghela napas berat, sembari menatap akuarium barunya yang diberikan ayahnya. Ini baru hari ke 3 dirinya menyandang status kepemilikan sang ikan sebagai peliharaan barunya. 

 

Mimik wajahnya tampak tidak senang sama sekali. Ini adalah hal yang tidak bisa dipungkiri, kesedihannya cukup sulit dijelaskan sebab ikan kecil yang baru saja menemani setiap malamnya kini mengambang dengan posisi terbalik. Padahal ia rutin memberinya makan.

 

Ia pun berangkat kesekolah dengan raut wajah yang tak kuasa menahan kesedihan bahkan begitu pula dengan keadaanya setelah sepulang sekolah. Ayah yang menjemputnya kini tampak gemas dengan Diana yang termenung. Meski Ia sudah membujuk sang anak untuk membukka suara hingga mengalihkannya pada jajanan kesukaannya. Diana tetap tidak bergeming, sang Ayah justru merasa aneh dengan sikap Diana yang tidak biasa. 

 

"Bagaimana jika kita pergi ke kebun binatang dan membeli beberapa ikan lagi? Apa Diana mau?" Bujuk sang ayah dengan rasa senangnya. 

 

Wajah Diana lantas berbinar dengan kalimat sang ayah. Begitu pula dengan sang Ayah dan Ibu. Meski Diana harus pergi pada akhir minggu. Rasa senanngnya tidak bisa dipungkiri sama sekali. Wajahnya tampak sangat bersemangat. 

 

Semua perrlengkapan sudah siap, kini Diana siap berangkat. Sesampainya di depan gerbang pintu masuk kebun binatang. Wajah berserinya tamapak sangat bersemangat. Ia siap menyapa seluruh isi kebun binatang ini. Karena ia sudah lama menanti hal ini akan terjadi. 

 

Hewan demi hewan ia datangi, pandangan matanya tidak hanya sibuk pada satu atau dua. banyak hewan yang menarik pandangannya. bahkan Diana sempat merengek meminta pada Ayah dan Ibunya untuk memberi makan beberapa hewan. Ini adalah pengalaman pertamanya pergi ke kebun binatang. Biasanya dia hanya melihat dari saluran youtube atau dari video pendek. 

 

Hingga tiba pada satwa air yang begitu membuatnya takjub. Terutama untuk mamalia laut, lumba-lumba. Pertunjukan kecil itu sukses menyita seluruh perhatiannya. Diana bahkan tidak diam sejak ia melihat lumba-lumba itu melakukan atraksi.

 

Beberpa kalimat tanya terus saja dilontarkan pada kedua orang tuanya. Ini akan menjadi hari yang panjang untuk mereka menghabiskan waktu bersama. sesampainya di satwa lainnya. Diana kini terpaku pada ikan arwana yang berada dalam akuarium besar. Ia berdiri sangat lama. Seolah dirinya tengah menjalin perberbincangan dengan sang ikan. Padahal ia sedang berpikir tentang banyak hal hingga ia merasa cukup sedih dengan ikannya yang mati. 

 

"Diana." panggil sang Ayah dengan lembut, "Kita akan mencari ikan yang kau sukai sekarang, ayo!" dengan kalimat ini membuat Diana kembali merasakan semangat di dalam hatinya. senyumnya perlahan mulai kembali merekah. 

 

Diana terdiam, pandangannya mulai menyisir satu persatu jenis ikan yang berada di depannya. Pedagang di depannya pun ikut tersenyum dengan ekspresi bingungnya. Dengan kulit yang keriput kini mulai menunjukan satu persatu koleksi ikan kecilnya. Meski Diana membutuhkan waktu yang lama untuk memilih salah stau dari semua ikan yang ia lihat. Kini ia sudah membawa satu dengan hati yang bangga. Sebab, setidaknya ia kini sudah mengetahui mengapa ikan kecil yang sebelumnya ia miliki mati. 

 

Penjual itu memberi tahu banyak hal pada Diana tentang ikan. Salah satunya sebab Diana memberi ikan itu dengan makanan yang tidak sesuai dalam porsi yang besar. Diana sudah belajar dari kesalahannya sendiri, ia kini sudah mendapatkan makanan yang sesuai dengan ukuran tubuh dan jenisnya. Ia juga berjanji pada dirinya sendiri untuk memberikan ikan kecil itu makan sesuai dengan anjuran. 

 

akuarium kecil itu kini kembali terisi. tampaknya ikan-ikan itu semakin bersemangat dengan rumah barunya, begitu pula dengan Diana yang kini semakin semangat menjalani hari-harinya, ia bahkan hampir setiap hari mengajak ikan mas koinya berbicara dan bercerita. Kini ia mendapatkan teman yang lucu dan menggemaskan sesuai dengan kesukaannya. Mungkin hari ulang tahunnya bukanlah hari yang terbaik tetapi dari sana ia mendapatkan pengalaman hidup yang sangat berarti. 






Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

PELADI MAKARTI

PENDATAAN PELAKU USAHA/ UMKM DI KALURAHAN PUTAT