Cerita Tenlit - Niskala Puspas-

Adera Nusa 24 September 2024 21:17:40 WIB

Niskala Puspas

Bagian 26

Karya : Ei_Shaa___

 

 

“Bawa ini.” Galih kini melotot tidak percaya menerima karangan bunga segar yang tercium sangat harum di hidungnya. “Bukan buat lo. Ucapan selamat buat Raka.” Galih mengangguk lega. Ia juga mendengarnya dari Niko tentang kepulangan Raka. Sudah hampir 9 hari dirinya dirawat. Lukanya cukup serius untuk Raka yang jarang mengasah skillnya. 

Abim berdiri dari duduknya, matanya menyorot pada pandangan langit siang ini. Sudut bibirnya terangkat senang. Entah sudah berapa lama ia tidak merasa cukup senang. Pertama, salah satu temannya telah kembali dan berhasil sembuh dari lukanya. Meskipun masih mentimpan sedikit bekass luka di beberapa anggota tubuhnya. Tapi tidak masalah dengan keberadaan bekas luka. Ini akan menambah keberaniannya di masa mendatang. Kedua, dia pagi ini melihat Ghina sudah tidak datang bersama dengan Rio. Ini sebuah keajaiban yang menurutnya sangat bagus. 

“Apa kau akan datang?” Tanya Galih kembali memastikan. Abim menoleh, ya, dirinya kembali mendapat undangan untuk berkelahi. Lagi dan lagi. Padahal awalnya dia sudah menolak dengan tidak hadir di tempat yang mereka mau. Tapi lagi-lagi, salah satu anak buahnya yang terkena imbas, Raka. Emosi dalam tubuhnya kembali menyala. Rasa tidak terima itu membawanya pada kebencian yang semakin mendalam. 

“Mau berapa korban lagi yang dia sebabkan jika aku tidak meladeninya?” Abimanyu membalas, “kali ini biarkan aku saja seorang diri.” lanjutnya. 

“Wow-wow-woow! Tidak! Tidak akan ku biarkan kau melawan mereka seorang diri. Mereka ini dikenal dengan sebutan Grizzly, Kau jelas lebih tau itu, kan?” 

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

PELADI MAKARTI

PENDATAAN PELAKU USAHA/ UMKM DI KALURAHAN PUTAT