Cerita Tenlit - Lorong Pena
Adera Nusa 24 September 2024 20:46:05 WIB
Lorong Pena
Karya : Ei_Shaa_
Suara bising membuat pemilik nama Aura memasang wajahnya jengah. Kedai kecil langganannya ini menjadi ramai pengunjung sejak barista bernama Gilang mulai bekerja part time. Bukan sebuah tempat yang terkenal sebab Aura sendiri memilih tempat yang tak terlalu ramai. Namun, berkat paras Gilang yang terbilang cukup tampan dan murah senyum membuat banyak pengunjung terutama kalangan wanita yang memenuhi ruangan.
Lokasi yang dapat ditempuh Aura dengan berjalan kaki membuatnya menjadi pelanggan tetap dua hari dalam satu minggu. Tiap kali kakinya menapak pada kedai mengingatkannya pada sosok sang kakak yang sudah lama pergi. Bagi Aura, memori yang telah tercipta di kedai ini yang dapat ia kenang hingga kini. Secangkir teh hijau dan secangkir ice cream tidak pernah lepas dari menu pesanannya tiap kali kemari.
Tapi ia tidak peduli, ia memang selalu menghabiskan waktu untuk berada di sana sebelum pulang dan banyak hal sebagainya. Ia menoleh pada jam dinding yang terpajang tepat di bagian belakang meja terakhir barista. Tanpa terasa ia sudah berada di sana sejak tiga jam yang lalu dengan pesanan serupa setiap harinya. Pandangannya yang tanpa sadar mengarah pada sosok Gilang -barista yang sudah dikenalnya cukup lama- yang sedang menuangkan krim kocok di atas cangkir untuk memperindah tampilan.
Pandangan mereka bertemu untuk beberapa saat sebelum akhirnya Aura sadar dengan lambaian tangan dari jarak cukup jauh itu. Kepalanya bergeleng dengan cepat dan segera mengalihkan pandangannya pada lokasi lain, dengan segera cangkir tehnya kembali bersih. Sesekali Aura mencoba menatap Gilang kembali Sedang pria yang terlihat lebih tua darinya itu menoleh sembari mengangkat alisnya seolah dirinya juga seolah sedang bertanya penasaran ke arah Aura yang terus menatapnya meski ini bukan kali pertama baginya ditatap seperti itu oleh Aura.
"Apa kau tidak ingin memesan menu yang lainnya?" Aura hanya menggeleng ringan sebelum akhirnya ia mengeluarkan lembaran uang pada Gilang. Aura yang sudah berbalik kembali terpanggil, ia menoleh.
"Kau memberi uang yang lebih, hari ini kau tidak membacanya?" Ujar Gilang sembari menunjuk ke arah papan diskon yang selalu di adakan oleh kedai. Aura hanya terdiam. Fakta bahwa ia sedang kesal dengan situasi dan tidak membaca adalah benar adanya. Ia lantas mengambil kembalian dan segera pergi. Hari ini bukan pertama kalinya ia merasa sepi. Aura mulai menyendiri semenjak setahun belakangan. Dirinya yang ceria dan penuh semangat mulai menyurut perlahan. Semenjak ia tidak pernah berkabar dengan sang kakak, semuanya terjadi begitu cepat.
"Aura?" Seketika panggilan dari ibunya terdengar seolah menyadarkannya dari hipnotis. Aura kini menoleh pelan pada sang ibu, mengangkat alisnya seolah bertanya.
"Apa kau masih memikirkan kakakmu?" Ujar ibunya sembari menuangkan nasi pada piring sang Ayah. Sang Ayah menyambut dengan senang terlihat jelas dengan senyuman yang diberikan pada sang istri tercintanya.
"Terkadang itu terlintas di pikiranku dan sangat menggangguku." ujar Aura kembali merasakan apa yang mempengaruhi pikirannya.
"Kau harus menghentikannya, aku tidak mau itu berjalan serupa denganmu." Sesal ibunya sembari menghela napas kecil. Tangan kecil dan mulai keriput itu justru yang lebih berat dalam lautan pikiran Aura saat ini. "Benar kata ibumu, kita semua merasakannya. Jadi jangan pendam perasaan itu dan harapan kami untukmu, jangan pernah lupakan nasehat ibumu." Aura hanya memberi anggukan ringan pada Ayahnya sebelum akhirnya ia menyantap sayur dan segala makanan di hadapannya.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Pretmeuan Kader PPKBD dan Sub PPKBD spesial Bulan Ramadhan
- Puskesmas Patuk II Kembali Melaksanakan Kelas Ibu Hamil di Putat
- SAFARI RAMADHAN KALURAHAN PUTAT HARI KE 4
- SAFARI RAMADHAN KALURAHAN PUTAT HARI KE TIGA
- SAFARI RAMADHAN KALURAHAN PUTAT HARI KE 2
- PADUKUHAN BATUR LUNAS PAJAK PBB TAHUN 2025
- PEMERINTAH KALURAHAN PUTAT MELAKSANAKAN SAFARI RAMADHAN