FAKTOR EKONOMI DAN SOSIAL, GUNUNGKIDUL TAK SIAP BERLAKUKAN PSBB

Tari 24 April 2020 09:24:16 WIB

Wonosari,(pidjar.com)–Wacana untuk memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai bermunculan. Di berbagai kota, kebijakan yang membatasi mobilitas masyarakat ini telah dilakukan oleh kota ataupun provinsi lain di wilayah Pulau Jawa yang memiliki kasus transmisi lokal Covid-19. Namun begitu, meski ada dugaan kasus di Gunungkidul yakni dua pasien trakhir asal Kecamatan Wonosari, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul nampaknya masih belum akan memberlakukan PSBB. Pemerintah Kabupaten dinilai belum siap dalam pelaksanaan di lapangan jika kebijakan ini diberlakukan.

Wakil Bupati Gunungkidul sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi berpendapat bahwa Gunungkidul belum siap melaksanakan PSBB. Menurut Immawan, ada beberapa alasan yang mendasari pendapat tersebut. Alasan pertama adalah dari sudut pandang kepentingan ekonomi.

“Masih banyak masyarakat Gunungkidul yang harus keluar rumah untuk mencari nafkah menghidupi keluarga mereka. Wilayah Gunungkidul yang masuk daerah termiskin di DIY menuntut warga untuk tetap mencari penghasilan,” kata Immawan, Kamis (23/04/2020).

Selain itu, Gunungkidul juga masih banyak masyarakat yang berstatus penglaju. Setiap hari ribuan orang pulang pergi Gunungkidul-Kota Yogyakarta untuk mencari nafkah.

“Selain perantau kita juga punya penglaju, ya karena tuntutan perut,” tutur Immawan.

Kemudian dari sudut pandang sosial masyarakat pedesaan baik yang basisnya perdagangan, pertanian maupun profesi lainnya. Rasa sosial warga kabupaten Gunungkidul cukup tinggi dari hal-hal sepele hingga hal yang cukup berat sekalipun.

“Semangat kegotongroyongan untuk memikul beban yang berat sudah terpupuk dengan baik sejak puluhan tahun yang lalu. Sudah jadi budaya,” kata dia.

Warga akan dengan sukarela membantu kerepotan warga yang lain karena jiwa sosial mereka yang masih sangat tinggi. Hal inilah yang cukup sulit ditemukan di kota-kota besar bahkan di kota lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Persaudaraan kita ini sangat kuat. Bahkan di perantauanpun juga demikian,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, alasan ketiga yang paling mendasar adalah dari kecukupan anggaran untuk memback up bantuan jaring pengaman sosial. Di mana Gunungkidul hanya memiliki Anggaran Pendapatan Pelanja Daerah (APBD) yang hanya cukup kecil dibandingkan dengan daerah tingkat 2 lain di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Terlebih tahun ini ini pihaknya memperkirakan akan kehilangan Pendapatan asli daerah sebesar Rp 24 miliar hingga triwulan ke-2. Meskipun telah melakukan redesain anggaran sebanyak 3 kali untuk keperluan penanganan wabah Corona ini, namun untuk membackup jaring pengaman sosial memang tidak mampu

“Itu pendapat subyektif saya. Tapi jika Ibu Bupati berkenan untuk menerapkan PSBB saya ya sami’na wa atho’na,” ujarnya.

Menurut Immawan PSBB memang belum perlu diberlakukan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di Gunungkidul. Karena apa yang sedang diterapkan saat ini masih cukup efektif mengatasi pandemi Covid 19.

Sumber : https://pidjar.com/faktor-ekonomi-dan-sosial-gunungkidul-tak-siap-berlakukan-psbb/24320/

Dokumen Lampiran : FAKTOR EKONOMI DAN SOSIAL, GUNUNGKIDUL TAK SIAP BERLAKUKAN PSBB


Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • wahyun
    Pantau terus web kami ya kak :)...baca selengkapnya
    04 Mei 2024 12:43:47 WIB
  • wahyun
    Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
    04 Mei 2024 12:43:10 WIB
  • wahyun
    Semoga bermanfaat :)...baca selengkapnya
    05 April 2023 13:07:28 WIB
  • wahyun
    Terima kasih kunjunggannya, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
    21 Juni 2021 13:43:56 WIB
  • Nindy julianti
    Perbanyak lagi kak...baca selengkapnya
    19 Juni 2021 15:02:47 WIB
  • Anik Rohmawati
    Mantab...baca selengkapnya
    24 September 2020 11:10:39 WIB
  • basri
    cukup jelas...baca selengkapnya
    24 Juli 2020 11:00:31 WIB
  • Dede Juhara
    Saya baru tahu nama daun sambung nyawa = daun Apri...baca selengkapnya
    04 Juli 2020 17:31:30 WIB
  • L_Meong
    Terimakasih kunjungannya ke website ini. Dari hasi...baca selengkapnya
    26 Juni 2020 12:05:44 WIB
  • Willy Nurdiansyah
    Mencari kerjasama barang sembako Untuk kios saya ...baca selengkapnya
    07 Juni 2020 00:59:02 WIB
Galeri Foto
PELADI MAKARTI
PENDATAAN PELAKU USAHA/ UMKM DI KALURAHAN PUTAT
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial