RAKOR KESEHATAN KECAMATAN PATUK

wahyun 27 Februari 2020 10:33:17 WIB

Putat (SIDA) – Rabu (26/02/2020) Kecamatan Patuk melaksanakan rapat  koordinasi bidang kesehatan. Acara yang dipimpin langsung oleh Kasie Kessos ini diselenggarakan di Pendopo Bodronoyo Kecamatan Patuk dan dihadiri oleh perwakilan seluruh desa instansi sekolah di kecamatan Patuk.

Acara yang dimulai 09.30 WIB ini dibuka dengan berdoa oleh pimpinan rapat dan dilanjutkan ulasan materi dari narasumber yaitu Gunawan (Puskesmas Patuk II), Agus (Puskesmas Patuk I), dan Dr. Ninin yang sejak Januari 2020 lalu magang di Puskemas Patuk I. Dalam rakor ini dibahas tentang penyakit yang sedang marak di musim penghujan yaitu DB (Demam Berdarah). Selain itu juga dibahas penyakit yang beberapa bulan ini marak di Gunungkidul yaitu antraks.

Dalam materinya Gunawan menyampaikan data angka penderita penyakit DB hingga awal tahun 2020 ini. Di Kabupaten Gunungkidul terdapat angka kematian akibat DB sebanyak 1 orang sedangkan Puskesmas Patuk II telah menangani 14 kasus yang terdiri dari 2 orang positif DB (Putat dan Ngoro-oro), 3 orang DD (Demam Dengue), dan lainnya hanya termasuk suspek DB. Desa Ngoro-oro dinyatakan sebagai endemis DB karena selama tiga tahun berturut-turut di desa ini terdapat kasus DB.

Untuk menangani demam berdarah ini Puskesmas Patuk II mempunyai beberapa program. Program tersebut diantaranya Gertak DBD yang merupakan gerakan pembersihan bersama lingkungan secara serentak  dan 1 rumah 1 Jumantik (Juru Pemantau Jentik-jentik). “Pembersihan lingkungan dan pemberantasan jentik harus dilakukan serentak. Jika tidak maka percuma karena nyamuk Aides Aigepty yang merupakan nyamuk penyebar virus DB dapat terbak sejauh 200 m,” ulasnya.  

Materi selanjutnya yang disampaikan Dr. Ninin dari Puskesmas Patuk I adalah tentang antraks. Antraks merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang biasa menyerang hewan ternak dan dapat menular ke manusia. Oleh karena itu dokter yang berasal dari Riau ini menganjurkan kepada masyarakat untuk tidak makan makanan mentah dan memasak daging dengan suhu 100 oC selama minimal 10 menit. Selain itu juga ditekankan bahwa jika ada ternak yang mati jangan dimakan atau dijual tetapi laporkan ke Puskeswan atau Dinas Peternakan. [YN]

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • wahyun
    Pantau terus web kami ya kak :)...baca selengkapnya
    04 Mei 2024 12:43:47 WIB
  • wahyun
    Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
    04 Mei 2024 12:43:10 WIB
  • wahyun
    Semoga bermanfaat :)...baca selengkapnya
    05 April 2023 13:07:28 WIB
  • wahyun
    Terima kasih kunjunggannya, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
    21 Juni 2021 13:43:56 WIB
  • Nindy julianti
    Perbanyak lagi kak...baca selengkapnya
    19 Juni 2021 15:02:47 WIB
  • Anik Rohmawati
    Mantab...baca selengkapnya
    24 September 2020 11:10:39 WIB
  • basri
    cukup jelas...baca selengkapnya
    24 Juli 2020 11:00:31 WIB
  • Dede Juhara
    Saya baru tahu nama daun sambung nyawa = daun Apri...baca selengkapnya
    04 Juli 2020 17:31:30 WIB
  • L_Meong
    Terimakasih kunjungannya ke website ini. Dari hasi...baca selengkapnya
    26 Juni 2020 12:05:44 WIB
  • Willy Nurdiansyah
    Mencari kerjasama barang sembako Untuk kios saya ...baca selengkapnya
    07 Juni 2020 00:59:02 WIB
Galeri Foto
ISI SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
PELADI MAKARTI
PENDATAAN PELAKU USAHA/ UMKM DI KALURAHAN PUTAT
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial