BUMDes Bisa Jadi Raksasa dengan Cara Seperti Ini

Tari 09 Agustus 2018 12:34:09 WIB

BERDESA.COM – Banyak desa yang selama ini berpikir terlalu sempit mengenai jenis usaha BUMDes. Mereka pikir usaha BUMDes yang mereka dirikan sudah cukup hanya dengan mengandalkan warga desa mereka sebagai pasar. Akibatnya, banyak BUMDes yang layu sebelum berkembang. Padahal kalau mau, BUMDes bisa membentuk jaringan usaha dengan BUMDes lainnya untuk menciptkakan produk unggulan yang layak saing.

Salahsatu contohnya, banyak desa yang ramai-ramai mendirikan usaha pengolahan sampah hanya karena melihat ada BUMDes lain sukses menjalankannya. Padahal, masalah sampah di desanya bisa jadi belum perlu ditangani secara khusus karena warga desa masih bisa menanganinya dari rumah-rumah mereka. Atau kalau mau, beberapa desa mendirikan usaha pengolahan sampah tetapi dengan ranah usaha yang berbeda, Maksudnya?

Misalnya, Desa A mendirikan usaha pengolahan sampah dari yang paling dasar yakni memungut sampah dari rumah ke rumah. Desa ini harus memiliki tempat yang cukup besar untuk mengumpulkan sampah dan memilahnya. Maka desa sesungguhnya tak perlu melakukan hal yang sama melainkan cukup mengumpulkan sampahnya di Desa A. Nah, setelah sampah terkumpul dan dipilah sesuai jenis sampahnya masing-masing, maka sampah jenis plastic lalu dibeli dan diangkut ke pengolahan sampah di Desa B. Loh?

Baca Juga  OJK Gelar Kompetisi Inklusi Keuangan Pedesaan 2018

Ya, karena Desa B mendirikan tempat penggilingan sampah plastic menjadi bijih plastik. Jadi, Desa B memang mendirikan usaha penggilingan sampah plastik hingga menjadi bentuk bijih yang siap dijual ke pabrik-pabrik pengolah plastik. Nah, dengan begini, kedua desa ini memiliki satu rantai usaha kerja sama saling menguntungkan, tidak perlu saling bersaing malah saling mendukung.

Jika ada desa lain yang bergabung dalam kelompok kerjasama usaha ini maka desa itu bisa memproduksi pupuk organik sekaligus mengembangkan pertanian organik. Pupuk ini juga bisa gunakan oleh dua desa lainnya untuk mengembangkan usaha pertanian mereka. Maka, kini ada tiga desa yang mengembangkan pertanian organik dengan pupuk yang dihasilkan sendiri oleh mereka, dibeli dan digunakan sendiri oleh tiga desa sekaligus. Jadi, masalah sampah tertangani dengan baik, lingkungan bersih dan tiga BUMDes menghasilkan uang.

Jika ada desa lagi yang bergabung maka Desa D bisa mengambil peran sebagai pendaya guna sampah menjadi berbagai produk. Misalnya mengembangkan berbagai perkakas rumah tangga dengan bahan baku barang bekas dan barang-barang yang hampir menjadi sampah. Misalnya, membuat meja kursi dari ban mobil bekas dengan polesan artistik tertentu. Desa ini juga bisa menciptakan aneka aksesori rumah tangga seperti mengolah bekas bungkus minuman instan menjadi tas, tikar, keset dari bahan kain bekas da lain-lain. Maka kini ada empat desa yang lingkungannya bersih dan sehat sekaligus mendapatkan income. Jadi, desa-desa tidak perlu saling bersaing dan berakhir dengan kegagalan usaha. Sebaliknya, sebaiknya membangun jaringan kerjasama saling menguntungkan seperti contoh di atas.(adji/berdesa)

http://www.berdesa.com/bumdes-bisa-jadi-raksasa-dengan-cara-seperti-ini/

Dokumen Lampiran : BUMDes Bisa Jadi Raksasa dengan Cara Seperti Ini


Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • wahyun
    Pantau terus web kami ya kak :)...baca selengkapnya
    04 Mei 2024 12:43:47 WIB
  • wahyun
    Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
    04 Mei 2024 12:43:10 WIB
  • wahyun
    Semoga bermanfaat :)...baca selengkapnya
    05 April 2023 13:07:28 WIB
  • wahyun
    Terima kasih kunjunggannya, semoga bermanfaat...baca selengkapnya
    21 Juni 2021 13:43:56 WIB
  • Nindy julianti
    Perbanyak lagi kak...baca selengkapnya
    19 Juni 2021 15:02:47 WIB
  • Anik Rohmawati
    Mantab...baca selengkapnya
    24 September 2020 11:10:39 WIB
  • basri
    cukup jelas...baca selengkapnya
    24 Juli 2020 11:00:31 WIB
  • Dede Juhara
    Saya baru tahu nama daun sambung nyawa = daun Apri...baca selengkapnya
    04 Juli 2020 17:31:30 WIB
  • L_Meong
    Terimakasih kunjungannya ke website ini. Dari hasi...baca selengkapnya
    26 Juni 2020 12:05:44 WIB
  • Willy Nurdiansyah
    Mencari kerjasama barang sembako Untuk kios saya ...baca selengkapnya
    07 Juni 2020 00:59:02 WIB
Galeri Foto
ISI SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
PELADI MAKARTI
PENDATAAN PELAKU USAHA/ UMKM DI KALURAHAN PUTAT
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial